Seperti yang saya tulis kemarin.
Perang tarif dan perang iklan sudah berlangsung. Saya ambil kesimpulan, operator manapun yang berperang jangan khawatir, PELANGGAN yang DIUNTUNGKAN. Nah, permasalahan intinya kalau menurut saya, harga murah tapi tidak dibarengi dengan “service” yang memuaskan bagaimana bisa menjadi pilihan. Toh, ujung-ujungnya “layanan” yang dibutuhkan pelanggan. Bener gak sih?
Dengan tarif Rp.0,5 saja temen-temen saya yang bekerja di networking hampir begadang tiap malem. Ya demi menyukseskan “Tarif murah dan layanan tetap memuaskan” ini, supaya “Service Leader” yang disasar perusahaan bukan menjadi slogan kosong. Yah, saya selaku orang yang terlibat didalamnya juga menganut slogan ini. Semoga ini cepat terwujud.

Berita Okezone tentang tarif XL yang sudah Rp.0,00000…1 (sampai puwas) beneran BERANI. Hebat euy. Walau ditulis “Sayangnya XL memanfaatkan tiga jenis waktu yang ada untuk mengimplementasikan mekanisme tarif tersebut. Dua jenis jam sibuk dan satu jenis jam tidak sibuk.” tapi tetap saja IKLAN nya “eye catching”. Semua faham, iklan ini adalah iklan balasan buat IM3 yang mengeluarkan Rp.0.01 dan dengan tambahan tagline yang menohok, “Ngapain kawin sama monyet!”
Barusan ada tendangan dari milis internal kalau IM3 juga gak mau kalah dengan XL mengeluarkan Tarif Rp. 0,00000…1 juga (silahkan lihat gambar). Hehe, tapi saya belum nemu apakah ini VALID atau TIDAK? Ada yang bisa kasih penjelasan untuk ini? Atau kalau ini memang CANDAAN saya mohon maaf karena naruh gambar tanpa izin. (TERNYATA VALID!)
Saya coba telusuri website Indosat tidak ada yang menerangkan tentang ini. Ya, itu juga sebabnya saya masukkan thread ini ke dalam kategori “fun”. Eh, tapi jangan-jangan udah diblogkan sama mas puji yah? Hehe.. maaf kalau sudah basbang (basi banget)!
(Update Website Indosat)

Sekali lagi, saya tidak tau ini valid atau gak. Jadi kalau temen-temen pekerja selular hendak memforward gambar ini silahkan saja, tapi perlu dijabarkan juga kalau ini belum diketahui valid tidaknya.
Haha, jangan pulak nanti temen-temen di XL lihat blog ini langsung kebakaran jenggot langsung buat iklan tandingan. Rp. 0 mungkin? Hehe, tapi kalau Rp. 0 udah punya Indosat kayaknya. Dian sastro wara-wiri dengan jari telunjuk dan jempol membentuk angka nol sudah “nancep” dibenak-benak konsumen. Ayo terus berkreasi.
Oh iyah, gak kalah pentingnya. Sebagai apresiasi untuk 50 juta pelanggan Telkomsel memberikan 5000 pulsa gratis untuk kartu As dan SimPATI. Jadi buruan isi terus pulsanyaaaa yaaaahhh! Look, selalu cari kesempatan untuk ngiklan. *ngacirr.. *

Note : Gambar diambil dari Okezone tanpa izin dan gambar yg satu lagi anonimous alias gak tau sapa yg punya. Silahkan claim kalau memang punya anda. Untuk gambar 50 Juta Pelanggan versi besar silahkan klik disini. Terimakasih sudah membaca.
UPDATE: Ternyata IKLAN IM3 ini sudah naik tayang di KOMPAS hari ini (03 Maret 2008). Thanks untuk Uam atas informasinya. (see comment) Gambar “sejuta nol” sekenan dari koran kompas diambil dari milis internal.

Pelanggan untung.. Pelanggan untung..!
Update: Jadi pengen tau reaksi XL?
Abe Poetra
*Kalah menang asal pelanggan diuntungkan!
*Bener gak sih chuy? Hihi..
Mana keuntungan buat pelanggan pascabayar seperti gw?
yang ada hanya untuk pelanggan prabayar semuanya
Pelanggan pascabayar sih selalu diabaikan. Toh sudah ‘terjebak’...
Btw, ciri khas produk lokal lah – selalu mencari pelanggan baru dan mengabaikan pelanggan lama. Nice.
jadi apa ganti ke pasca bayar?
sayang sekali karena nomornya sudah banyak yang tau .
gimana be?
kalo telkomsel tinggal pake lu aja be
cuma gelinding kok buat menggilas semuanya
*manjat bts terdekat
comment ini bisa dijadikan konfirmasi untuk iklan IM3 yang ngeluarin program tandingan untuk mengkounter XL, jadi iklan itu emang bener..
bisa diliat juga udah naik di Kompas hari ini dan langsung berlaku hari ini
trus mana pulsa gratis buat gw
Boleh copas gak Be.
1# andri : Keuntungan yg pasti adalah POIN.
2# andri : Gak semua loh Ndri!
3# avianto
Kasat mata “pasca” kelihatannya diabaikan jika dibanding dengan “pra”? well bolehlah, ini kita berbicara tentang selular secara jendral sih. Kalau dari sisi Tsel sendiri sudah ada yg namanya departemen PCM yg berusaha untuk mengakomodir ini. Berusaha untuk menghapus kesenjangan ini.
Salah satu tugas dari PCM Departemen ini adalah mengelola (entertain) pelanggan Pascabayar. Acuannya adalah LoS (Length Of Stay) tinggi dan HU (High Usage). Program-program retensi (baca=tidak utk meraih pelanggan baru) dibuat disegmentasi ini.
Well, saya pribadi berpendapat langkah perusahaan untuk membentuk departemen ini sudah bagus walau pada praktiknya tidak merata “semua” terlayani, tergantung dari parameter yg saya sebutkan di atas. Jadi dapet pelanggan baru, pelanggan lama tidak diabaikan. Amieenn.. Untuk penilaian bagus atau nggaknya, nanti kan pelanggan yg menilai. Eh, ini belum dibuat kompetitor lho.
4# Hmm, kalau sudah banyak yg tau nomer itu mending ditambah aja (HP+Kartu Tsel Lain) Ndri. Gimana? *hihi kaburr..
5# Bwahahaha.. Njrit! *tajong, juragan..
6# Weleh, THANKS atas Konfirmasinya, Uam. Seharian ini belum baca KOMPAS euy. (Fyi, UAM ini Marcomm Indosat jadi kredibilitasnya saya jamin)
7# *Kok sepertinya aku di-tuyuli yah? Arghh..
8# Silahkan Herr, Silahkan!
Benarkah pelanggan selalu diuntungkan dengan adanya perang Tarif?
Jika produk Telekomunikasi Seluler sudah sangat murah, sehingga tidak lagi menguntungkan dibanding Industri lain, dikhawatirkan ”Industri Retail Selular” (Dealer dan Outlet) akan pindah dan jual produk Consumer Goods lain spt Rokok, Permen, Tissue, Pembalut, atau apa saja. (dikutip dari tulisan salah satu pejabat teras Tsel). lha terus mau beli Voucher dimana Be.
Investor (pemodal)juga enggan untuk menanamkan modalnya ke bisnis ini, akhirnya pembangunan infrastruktur jaringan tidak secepat pertumbuhan pelanggan. Akibatnya ketidaknyamanan pada saat menelepon adalah jawaban dari semua ide kreatif orang orang marketing yang hanya menginginkan pencapaian target pertumbuhan Customer base tanpa melihat seberapa besar kemampuan Source Network yang mereka miliki.
Kalau Perusahaanya tempat Abe kerja ikut ikutan lagi mengeluarkan tarif yang lebih murah dari yang sudah ada, operator yang lain mau buat apa lagi ya?
Adakah pelanggan yang berani meminta kepada para operator Seluler untuk menghentikan Perang Tarif ini ?
Let’s be wise, choose the best for us. Price is not the only thing we THINK.
Maaf kalo kepanjangan, udah suntuk tiap malem ga bisa nelp istri yang jauh di seberang sana.
aih.. betol katak bapak athala… yang penting service… kalo service mantep… om tetep pakek adek…
iya ini pelangan pasca bayar kayaknya cuma bisa ngeliat ajah ;
Be, baca ini deh be.
http://spektrumku.wordpress.com/2008/02/23/gratis-ke-semua-operator-kenapa-tidak/
Wah yg ada perang iklan dengan peluru-nya TARIF, kadang cukup membingungkan kl sudah ada “* sesuai syarta & ketentuan berlaku” he2x.
Iklan ya boleh 2x aja tapi jangan perang iklan saling menjatuhkan lah ...oh ya di blog saya juga ada artikel Perang Iklan dari negara tetangga, kl tertarik silakan mampir: http://jmzach.wordpress.com
[artikel: Haruskah Perang Iklan Lagi???]
link: http://jmzach.wordpress.com/2008/02/07/haruskah-perang-iklan-lagi/
huhuhu cape deh ngikutin program “saling sikut” kek gini. Sampe2 jam 5 sore hari MINGGU (catet!), lakikku itu disms sama manager medan, disuruh lgs cari tau gimana reaksi masyarakat atas program baru XL itu, dan segera me-reply smsnya. cc ke VP dll HARI ITU JUGA. Duh plis deeeh, programnya aja baru mulai tgl 5 maret gitu lokh..dan ini MINGGU..
Pake terus IM3 nya yaaa…..
dejavu
haaa…perang tarif bikin pusing
abi masih di telkomsel?
hahaha..
saya salah satu contoh org yg korban iklan:razz:
Udah lihat yang ini Be?
http://ponselmu.com/2008/03/06/monyet-akhirnya-menikah/
Makin parah aja perangnya
wah kok kayaknya pelanggan kayak saya masih belum ngerasa untung, masih boros beli pulsa mulu sih…
benar2 perang tarif skrg..dan cempluk pun bingung,..:neutral:
“Toh, ujung-ujungnya “layanan” yang dibutuhkan pelanggan. Bener gak sih?”
sekarang sudah lengkap koleksi kartu ku Be..
Tadinya aku fanatik pake punya pasca bayarnya ‘Bos’ Abe, eh seminggu ini cobain yang baru-baru ternyata oke semua tuh.
Yang 0,01 dipake nelpon ke Bali siang2.. lamanya 20:15 kepake 1.300 sekian setelah cek *388# Aturan kan harusnya 1.500..
Yang 0,0001 juga gitu sekarang muraaah..
Nah, ini imajinasi liar: coba bayangkan, untuk menyudahi perang tersebut, para eksekutif operator bertemu dan akhirnya sepakat menjalin gentlemen agreement: “aliansi para operator untuk menjaga harga di tingkat Rp 1.500,-/menit yang dibuat dg perjanjian dibawah tangan”
Operator perang harga, atau mereka damai dan kembali ke harga lama, apa pilihan Anda?
#22 aw:
:evil::evil:
Kembali ke Rp 1.500,-/menit???
TTTIIIIIIDDDDDDDAAAAAKKKKKKKKKKK…....
Kutunggu janjiMu untuk memberikan service terbaik Be
Pingback: Blog Vavai
Eh, baru tahu kalau dijawab Abe
.
OK, contoh nih: Ibu saya pelanggan Telkomsel setia selama lebih dari 10 tahun (iya dia termasuk angkatan2 awal pelanggan Telkomsel – Kartu HALO) dan dia TIDAK PERNAH ganti nomor, selalu membayar tepat waktu (ada 2-3 kali sih terlambat tapi intinya tidak pernah bermasalah).
Apa yang dilakukan Telkomsel kepadanya? TIDAK ADA. Apa kek, loyalty reward, bonus gratis 1 bulan karena sudah setia selama lebih dari 10 tahun, apa lah yang membuat dia merasa senang sebagai pelanggan setia Telkomsel.
OK, bagus ada departemen PCM, tapi kok belum menjamah ke pelanggan yang lebih dari 10 tahun? Apa yang dijamah hanya pelanggan yang billingnya besar?
Oh iya, ini bukan bermaksud menyerang Telkomsel ya, semua operator seluler SAMA kelakuannya. Saya sendiri sudah 10 tahun dengan nomor yang sama (operator bukan Telkomsel, bertahan dgn nomor ini karena nomornya gampang diingat) – tapi ya gitu deh, garing aja.
Seperti yang saya jelaskan di atas, Om Avianto. Parameter yg diambil sebenernya adalah LoS tinggi dan HU dan atau kombinasi keduanya. LoS maksudnya pemakaian sudah bertahun-tahun seperti Ibunya Om Avianto. 10 Tahun itu sudah hampir seumur Tsel sendiri (26 Mei tahun ini baru 13 Tahun). Singkatnya, nomer Ibu Om Avianto kalau tidak kena di jaring HU pasti kena dijaring LoS, dan berhak untuk di entertain.
Untuk case-nya Ibu Om Avianto, Saya, pribadi, minta maaf. Secara prosedural seharusnya dapet reward setidaknya diundang untuk program/event loyalti dikotanya.
Fyi, by default. Jika kita bicara loyalti basic. Setiap pelanggan Telkomsel (HALO) diberi poin yg bisa ditukerkan ke misalnya Free SMS, atau Free Usage, atau Hadiah samting laikdetlah..
Kalau saya boleh “menuduh hehe.. maaf no offense” mungkin Ibu Om Avianto tidak/belum menggunakan poin-nya karena let’s say, bingung atau ribet. Sama seperti ibu saya, selalu bilang “Tuker Poin, halaahh ribet, kalau mau tukarkanlah poin Ibu nak” Sayang kan poinnya gak digunakan? Om Avianto sebagai duta saya (ya, ya, berkesan maksa hihi..), boleh donk bantu Ibu kita untuk sosialisasi ini. Anggap ini jawaban “Gak Pernah Dapet Reward” yah Om.
Oh iyah, mungkin saya boleh dapet nomernya Ibu Om Avianto (JAPRI). At least, walaupun ini bukan website official tempat pengaduan Tsel, saya pribadi bisa bantu katakanlah memforward nomer Ibu Om Avianto ke temen-temen saya yg mengurusi hal ini ditempat Ibu Om Avianto tinggal.
Eh iyah satu lagi, terimakasih yah sudah komplain dan saya juga gak bakal “sakit hati”. Toh ini memang related dengan kerjaan saya. Ya gak sih? Salam saya untuk Ibu yah.
Tautan untuk poin:
http://www.telkomsel.com/web/tsel_poin
hehehe..saya numpang ngelink ke tulisan anda, merci-
Vendor Telekomunikasi sama seperti Universitas, tetap dan selalu menerapkan pembodohan disetiap iklannya.. hohohoooo..
Ahaa.. Hidup Pak Onno, Mas Anton: Telkom Rakyat, Telepon tanpa pulsa!
Gue kalau mau isi pulsa di kios pulsa selalu ada gejolak hawa nafsu yang tak tertahankan untuk membeli dan mencoba kartu perdana operator lain, Ada Apa Ini?
Ganti terus nomor ponselnya yaa..
Gue kalau mau isi pulsa di kios pulsa selalu ada gejolak hawa nafsu yang tak tertahankan untuk membeli dan mencoba kartu perdana operator lain, Ada Apa Ini ?
Ganti terus nomor ponselnya yaa..
Gue kalau di jalan, mal, bandara banyak sekali melihat orang-orang yang menelepon menggunakan ponsel sambil jalan, nongkrong, duduk, jongkok bahkan sambil ….
:twisted:
(jangan ngeres) menelepon sampai berjam-jam mentang-mentang lagi murah
Ada Apa Ini ?
Isi terus pulsanya yaa..
kalau para vos2 besar berdamai dan kembal harus ke harga yg lama apa yg kita lakukan ? .....ya kita aduin lag ke komisi pengawasan usaha dagang biar kartel2 itu disikat abis…
hidup voip!
waduh jadi bingung neh, mo pilih operator yang mana ya…
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/perang_tarif_perang_iklan_operator/
Tapi banyak bintang nya tuh…. Syarat dan ketentuan berlaku…. Bla bla bla….. Wah…..
hu’uh nih, kebanyakan syarat dan ketentuanya. ujung2 nya cuma CABE DEEEHHHH
meet me @ http://phreakaholic.wordpress.com
http://tarifpromogsmindonesia.blogspot.com/
model iklan XL yahudd…
enakan kalo perang harga dan kualitas, yang diuntungkan konsumen.:neutral:
wah gmna ttng im3 kq smkin lma gak malah bagus.
Bang, sekali-sekali perang fitur dunk. Berani ga hayoo ??
Biar kebanggaan konsumen terhadap provider bisa tercipta.
Memang perang branding antar operator lagi memanas dan terkesan berdarah-darah. Ngerinya lagi ampe bakar-bakaran umbul-umbul. Nah Lho: http://info-pulsa.blogspot.com/2008/11/telkomsel-vs-xl-setelah-saling-tuding.html
, .
? ( . cinematographe, .) ?.
XIX XX . , , () , , , , .
.
?
301. Perang Tarif & Perang Iklan (bag 2) | ** Abe Poetra ** I was suggested this blog by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my trouble. You are wonderful! Thanks! your article about 301. Perang Tarif & Perang Iklan (bag 2) | ** Abe Poetra ** Best Regards Yoder Cindy