Sudah 2 Tahun (DiGi.Net)

“Pak Heru M Sidik yah? Kenalkan, Saya Abie Pak dari Medan..”

Beliau agak kaget waktu saya ujug-ujug langsung sorongkan tangan untuk ngajak kenalan beliau ketika kami sama-sama keluar dari ruangan Pak Pambudi EVP HR Telkomsel. Saya sebelumnya tidak pernah jumpa dengan beliau terang aja beliau heran liat anak item, tengil, mencicil cengengesan ngajak kenalan. hehe.. Pada saat itu kami yang dipanggil oleh EVP HR terpilih menjadi pegawai terbaik di Telkomsel. Bedanya si Bapak levelingnya General Manager dan Saya levelnya Setap hihi..

Saya lanjutkan, sebelum si Bapak tambah bingung. “Saya kemarin buka warnet karena tulisan Bapak lho pak?” Sebenernya mau buat beliau gak bingung eyalah kayaknya kok makin bingung hehe. “Gini pak, kemarin saya dan teman saya mau buat warnet, tapi ragu. Pas browsing-browsing nemu tulisan Bapak dan semakin mantablah keinginan untuk buka usaha.” Beliau manggut-manggut faham.

Yaps, bener guys. Tulisan beliau sedikit banyaknya menginspirasi saya untuk membuat warnet game online bareng sohib saya yogi. Hitungan Pak Heru presisi banget. Maklomlah kalau beliau dah lama jadi enterpreneur (punya salon, warnet, dan photography courses) sementara saya iseng belaka. Hari itulah pertama kali jumpa dengan Pak heru padahal tulisannya saya print dan baca-baca dirumah. Ternyata orangnya ramah. Setidaknya itulah kesan saya setelah beberapa menit berbincang sama beliau. Sayang tidak banyak bercerita karena hari itu acara Ulang Tahun Telkomsel yg ke 15 Tahun dimana ada ceremony syukuran di Wisma Mulia.

Sebenernya pagi buta gini bukan khususon mau ceritain si Bapak, akan tetapi saya sebenernya mau cerita tentang warnet DiGi.Net Game Online yg ownernya Saya dan temen Saya Yogie. “DiGi” diambil dari nama kami berdua “abDI & yoGI”. Kenapa gak “ABYO” atau “ABdi & YOgi”? Yah, gak enak aja nyebutnya lebih manteb kalai DiGi gitu lhoah.

Waktu cepat berlalu, ternyata sudah 2 taon jalan dan gak terasa bulan ini sudah mau habis kontraknya. Hihi, karena gak pernah ngurusin jadinya gak terasa ya. Lho, punya warnet kok gak diurusin? Beneran saya n yogi sama sekali gak pernah ngurusin warnet. Pegawai warnet di Digi.Net ada 3 orang dan kami menunjuk 1 orang Supervisi warnet yg mewakili keberadaan kami disana.

Tugas supervisor ini adalah mengutip uang tiap sore, kemudian menyetorkan ke Bank tiap pagi. Membayarkan semua tagihan, listrik, bandwidth, air dan juga ngerangkap teknisi untuk perbaikan minor. Kalau difikir memang jadi mengurangi pendapatan bersih yg kami terima, akan tetapi kami sepakat dengan adanya orang yg dipercaya ini maka kerjaan klerikel di atas tadi gak kami tangani lagi. Apalagi kerjaan di Kantor sudah cukup menghabiskan waktu. Mending untungnya dikit tapi tidak menggganggu kerjaan di Kantor.

Bangga sungguh rasanya punya warnet ini. Saya pribadi, tidak memikirkan untung atau ruginya. Yang paling membanggakan, seperti Istri saya bilang, Kalau untungnya sih boleh dibilang tipis akan tetapi memperkerjakan orang adalah yang paling penting. Agree with you my love. Apalagi ada sepupu saya yang bekerja disitu. Daripada nganggur mending supervisi warnet. Gajinya diatas UMR kok. Lumayanlah mengurangi pengangguran.

Tenaga kerja yang terserap ada 4 orang plus supervisornya tadi. Tiga orang yang jaga warnet, cowok semua, bergantian shifting bekerja masing-masing dapet jatah 8 jam sehari dan bergiliran. Ada yg masuk pagi, masuk sore, dan ada yg masuk malem. Karena Digi.Net beroperasi 24 jam. Selama 2 tahun ini itu warnet tutup cuma 2 kali, pas lebaran aja. Itupun tutupnya setengah hari dowank. Tahun baru tetap buka karena memang pegawai kita yang maksa buka.

Saya tidak begitu pinter menghitung sampai titik presisi seperti yg dipaparkan pak Heru. Akan tetapi hitungan kasar saya dan Yogi itu warnet balik modal pas bulan Agustus atau September kemarin. Yang berarti, 140juta yg kami gelontorkan BEP nya selama 21 bulan. Hiks, padahal targetnya kemarin BEP 14 bulan saja tapi molor 7 bulan karena perang harga gila-gilaan. Alhamdulillahnya, DigiNet tetap survive :D

Oiya, walaupun BEP selama 21 bulan tersebut, selain melunasi hutang di koperasi, kami juga mendapatkan keuntungan bersih sekali sekitar 300rb s/d 500rb. Sedikit yah? Lah iya, kan memang niatnya cari untung nomer dua, yg paling utama adalah memperkerjakan orang. Kemudian kalau berbicara keuntungan juga, selama 3 bulan pendapatan bersih kita lebih besar dan tentunya asset komputer, monitor, genset, kursi, dan kipas angin elektrik besar masih punya value kalau dijual.

Digi.Net ini letaknya di Jalan Halat Medan. Memang disitu centernya warnet-warnet ngumpul di Kota Medan. Karena ada banyak kampus disitu. Institut Teknologi Medan (ITM) dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISI) adalah salah satunya. Belum lagi kampus-kampus kecil kayak STMIK, Lembaga Bimbingan Belajar, Sekolah SMA, SMP, dan disamping warnet ada yayasan pendidikan. Hihi, beberapa kali kedapatan security sekolah tersebut dateng ke warnet dan menangkap anak-anak yang bolos sekolah. Duh, my fault. Sorry pak satpam.

Kebetulan penempatan kerja saya di Kabanjahe (Kabupaten Karo) dan temen saya Yogi di Pematang Siantar. Bisa dipastikan sebulan belum tentu sekali dateng ke warnet. Dulu bahkan waktu saya masih di Aceh yah gak pernah dilihat warnetnya. Yah itu tadi, makanya kami butuh satu orang yg bisa dipercaya untuk mengurusi keseharian DigiNet. Warnet tetap jalan walau gak diurusin oleh Saya dan Yogi.

Karena memang dari awal niatnya itu warnet tidak dipegang intense kami menyiapkan semuanya secara legal. Contohnya, gedung tempat DigiNet sekarang ini sebelumnya disewa oleh warnet juga dan kayaknya listriknya PLN diakalin supaya bayarnya murah. Kami putuskan bongkar dan minta itu meteran distandarkan. Kenapa? Karena khwatirnya terjadi masalah kita berdua yang kena getahnya. Apalagi kalau PLN rajin razia. Hadoh, pusinglah jadinya.

Pengadaan 18 unit komputer plus 1 server juga tidak kita install Windows illegal. Kita pakai windows untuk warnet legos (legitimate OS). Kemarin itu harganya Rp.750.000,- untuk license 1 komputer. Saat itu kita beli untuk lisensi 20 unit komputer. Dua buat cadangan kalau menambah PC dan server pakai Linux.

Kebayangkan kenapa modalnya sampai bengkak di angka 140juta. Kalau mau culas saja, modal bisa ditekan diangka 100juta atau 110juta. Ah, tapi namanya tadi kita mulai dengan niat baik dan legal. Untungnya lagi, karena warnet kami legal terhindar dari Razia PLN dan BSA (Badan pengawas legal tidaknya OS). Gak kebayang kalau listrik dicabut kayak warnet diujung dekat jalan megawati atau kayak warnet tetangga yang komputernya dibawa ke kantor polisi karena pakek bajakan. Right decision saya fikir. :)

Itu aja dulu guys sharingnya. Bulan ini DigiNet akan kami akhiri. Semua properti warnet seperti komputer, genset, kursi, dan apapun yg bisa dijual akan kami jual. Ide si Yogi mau buat “Rental PS3” di jalan halat juga. Saya sih setuju tapi nanti lihat kondisi keuangan dulu. Kemarin sudah DP rumah, bulan depan mau akad, dan rencananya lagi mau bangun dapur serta mau ngisi perangkat rumah. Mungkin taon depanlah buat Rental PS3 nya. Kesian juga pegawai-pegawai warnet itu (termasuk sepupu saya) nganggur lagi. Well, sabarrr dulu yaaa kawan-kawan.. :)

Kebangon subuh kayak gini entah apa aja yang ditulis.
Udah ah, mau mandi dulu. Ciaooo..

Rgds,

Abdi J. Putra (Abie/Abe)

Share

About abe poetra

Abdi J. Putra well known as Abe Poetra
This entry was posted in Experiences, Kegiatan, Medan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Sudah 2 Tahun (DiGi.Net)

  1. licik juga sih tips ini tapi tidak apa apa, apalagi di saat warnet yang sedang penuh dan semua komputer lambat, jadi cara ini bisa kita pakai.

  2. Ariel FX says:

    eheh, jarang mampir kesini, akhirnya buka topeng juga bang?
    oh.. digi.net itu ya bang..

    koq gak ngajak2 bang?

  3. rendra says:

    gimana kabar Chang Hongnya?

    saya ingin tau but…thx

  4. Alex© says:

    Aku kemarin itu sempat buka warnet juga di Blangpidie. Di bagian atas gudang. Niatnya sama macam kau itu: mempekerjaan sepupu dan beberapa kawannya yang pengangguran. Tapi sampai hari ini kayaknya belum balik modal. Haha. Baru sih. Belum setahunan ‘gitu. Faktornya ya apalagi kalau bukan karena jaringan pas-pasan. Tahun kemarin itu sempat langganan salah satu ISP dari luar, mahal minta ampun dengan jaringan yang kacrut. Sudah dua bulan ini warnet agak sepi saja. Malam saja ramai, karena rame anak-anak remaja ngumpul (sampai awak ngungsi tidur di rumah saja dari biasanya tidur di ruko). Omset lumayanlah. Bisa ngasih gaji mereka saja udah syukur. Tujuannya emang bukan cari uang benar.

    Ah, kapan-kapan aku singgahlah ke warnet kau itu kalau ke Medan :mrgreen:

  5. pias says:

    masih jalan warnetnya kan bang…. _

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>